5 Januari 2019, PT Pertamina mengurangi harga bahan bakar

0
130
Pasar MPV Indonesia tidak dapat memenangkan DFSK

Dari Januari 2019, pengurangan harga bahan bakar yang tidak didukung – Baru-baru ini, dilaporkan bahwa PT Pertamina (Persero) mengurangi harga bahan bakar minyak yang tidak didukung (BBM). Turunnya harga bahan bakar juga diikuti oleh penurunan harga rata-rata minyak mentah di dunia. Selain itu, penurunan harga bahan bakar berdampak pada apresiasi nilai tukar rupee terhadap dolar AS. Harga bahan bakar yang tidak didukung turun dari WIB pada hari Sabtu 00.00 (19.05.01).

Di sisi lain, dalam hal ini, Presiden Pertamina Nicke Widyawati mencatat bahwa penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina sejalan dengan mekanisme dan aturan yang ada. Ini berarti regulasi harga bahan bakar sama sekali tidak terlibat.

"Kami sepakat dengan para pemangku kepentingan untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, terutama kepada pelanggan setia produk-produk Pertamina," kata Nicke dalam pernyataan resminya Jumat (19.04.2014).

Sementara di satu sisi, diketahui bahwa ada lima jenis bahan bakar, perubahan harga di antaranya berada dalam kisaran variabel. Antara lain, Pertalite turun menjadi 150 per liter, Pertamax turun menjadi 200 per liter, Pertamax Turbo turun menjadi 250 per liter, Dexlite turun menjadi 200 per liter, Dex turun menjadi 100 liter per liter.

Karena jatuhnya harga harga Pertalite, yang sebelumnya Rp. 7.800, sekarang Rp. Maka harga Pertamax adalah Rp. 10.400 dan Rp. Sedangkan harga Pertamax Turbo adalah Rp. 12.000 dan Dexlite 10.300 Rp. Sementara itu, dalam kasus Dex, Rp. 11.850 hingga 11.750.

Itu hanya, harap dicatat bahwa ini dapat berubah untuk harga baru di setiap wilayah. Ini tidak dibenarkan karena jumlah pajak bahan bakar kendaraan (PBBKB) bervariasi dari satu daerah ke daerah lain. Jelas, penurunan harga bahan bakar akan berdampak signifikan pada kondisi ekonomi di Indonesia, termasuk industri mobil, meskipun penurunan harga tidak terlalu tinggi.