Facelift Avanza-Xenia masih dalam wacana

0
12
Pasar MPV Indonesia tidak dapat memenangkan DFSK

Toyota masih menyembunyikan Facelift Xenia – Kehadiran Xpander secara tak terelakkan memicu Toyota untuk beralih ke inovasi Avanza-Xenia. Tidak hanya berbagai informasi yang terkait dengan dua MPV yang dimulai hingga hari ini. Salah satunya mengatakan bahwa rendahnya MPV Toyota dan Daihatsu akan ditingkatkan pada Januari 2019.

Sementara itu, terkait rumor yang terkait dengan perubahan, termasuk versi Xenia dengan mesin 1.5 liter baru, ia benar-benar mulai mencari tahu. Namun, untuk penjelasan lebih rinci, CEO PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto baru saja mengatakan bahwa setiap tahun produk baru akan diproduksi.

"Bahkan, bukan hanya Toyota, setiap merek pasti menawarkan produk baru." Apa produk baru? "Ya, saya mengharapkan," kata Soerjo, yang berada di Jakarta pada Kamis (12/6/2014).

Bukan hanya itu Soerjo sendiri percaya bahwa hampir setiap merek akan bersaing dalam menampilkan produk baru. Menurutnya, ini adalah salah satu aspirasi untuk meningkatkan daya beli masyarakat, yang dapat dievaluasi untuk mengurangi produk dan membuat produk menarik bagi publik.

Di sisi lain, Soerjo memperkenalkan langkah-langkah pabrikan Cina yang sebelumnya telah memperkenalkan produk MPV dan kemudian beralih ke SUV. Tentu saja, dapat dipastikan jika pabrikan harus memiliki potensi pasar sebelumnya.

Ia bahkan tidak menyangkal bahwa produksi dilakukan oleh semua produsen, termasuk Toyota. Selain itu, akan ada penelitian konsumen, seperti permintaan rendah untuk MPV depan atau roda belakang.

Namun, setelah dikembangkan berdasarkan studi dan menawarkan model produk Toyota 22, itu harus segera dilepas ke pasar?

Sebagai jawaban atas pertanyaan itu, Soerjo mengungkapkan bahwa ia akan memiliki waktu sendiri.

"Setiap juru masak punya resep sendiri," katanya. "Setiap vendor punya resep sendiri, sebenarnya bagaimana mereka bisa membuat resep sendiri, karena konsumen akan berbeda." Toyota akan memenuhi karakter pelanggan, "kata Soerjo.

"Jadi jika kita bertanya apakah ada produk baru di masa depan, tentu saja, paling tidak jumlahnya sama dengan tahun ini," kata Soerjo.