Kawasaki masih memiliki sepeda motor Retro

0
16
Pasar MPV Indonesia tidak dapat memenangkan DFSK

Kawasaki mengandalkan Retro Motor untuk meningkatkan penjualan – Selain meningkatkan penjualan, salah satu pabrikan Jepang, APM PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), sekali lagi menghadirkan varian model balap cafe pada W175. Sepeda motor retro klasik membuka kelas baru. Bukan tanpa alasan, karena pembuat band hijau saat ini bukan merek Jepang yang menjualnya di luar Kawasaki.

Selain itu, Chief Executive Officer dan Promotor Penjualan Kawasaki Motor Indonesia (BMI) Michael C Tanadi merasa bahwa pendapatan W175, yang diluncurkan pada awal 2017, adalah respons yang sangat baik dan positif. Karena itu, pada awal 2019, Kawasaki sendiri mulai menambah varian baru.

"Kami sangat percaya diri dengan genre retro ini. Potensi pasarnya cukup tinggi," kata Michael setelah W175 Cafe diluncurkan pada Senin sore di area Kemang, Jakab.

Michael tidak hanya menekankan bahwa target penjualan Cafe W175 diharapkan untuk menjual 15.000 unit pada tahun 2019, sedangkan versi standar adalah 12.000 unit.

"Pasar pasti akan tumbuh dengan keberadaan W175 Cafe. Menurut hasil survei kami, banyak yang mirip dengan sepeda motor," kata Michael.

Di sisi lain, Michael mengatakan bahwa sepeda motor yang diproduksi oleh Kawasaki ditujukan untuk segmen retro dari segmen ini, dan mereka percaya mereka adalah yang pertama di Indonesia, yaitu Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang membeli dan memodifikasi gaya Chopper.

"Saya juga suka orang lain, jadi kami sangat optimis dengan motor retro seperti itu," katanya.

Sementara itu, tampaknya tidak cukup untuk W175 saja, bahkan jika Kawasaki memiliki model retro lain yang telah dijual di Indonesia. Sebut saja mereka Esterella 250 (W250) dan W800.