Masih merupakan takhta MPV yang rendah untuk mempelajari cara menjual Xpander yang stabil

0
82
Pasar MPV Indonesia tidak dapat memenangkan DFSK

Facelift Avanza-Xenia 2019 Xpander tidak mampu – kompetisi low-end, multi-purpose vehicle (LMPV) di negara ini masih didominasi oleh dua model, Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander mendominasi. Tidak hanya gagasan dua mobil Jepang yang masih kuat hingga 2019, model-model baru yang diproduksi oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM), yaitu Toyota Avanza baru dan Daihatsu Xenia baru.

Namun, untuk tahun 2018, nampaknya PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) juga mengklaim bahwa Mitsubishi Xpander akan terus menjual di kelas 1500cc. Di mana data yang tersedia menunjukkan bahwa Mitsubishi Xpander terjual 75.772 unit.

"Jadi penjualan kami, jika di LMPV, adalah pangsa pasar 28 persen. Tetapi kami harus mengatakan bahwa penjualan Xpander murni menggunakan mesin 1500cc, sedangkan pesaing memiliki mesin 1.300cm3," kata Budi Dermawan Daulay, Sales and Sales. Kepala Bagian Pemasaran 1 di PT MMKSI di Senayan, Jakarta Pusat.

Tidak hanya Budi memberikan penjelasan terperinci bahwa varian mesin 1300 cm3 itu sendiri merupakan kontribusi terbesar bagi para pesaing itu sendiri. Namun, ini hanya versi 1500cc, dan sudah pasti bahwa Mitsubishi Xpander mengakuisisi pasar di Indonesia.

"Mereka mengkonfirmasi pemimpin pasar Xpander di 1500 cm3 LMPV dengan pangsa pasar 40 persen," kata Budi.

Namun, menurut Irwan Kuncoro, dia juga direktur Departemen Penjualan dan Pemasaran PT MMKSI. Di mana perbandingan dengan pesaing harus sama atau apel dengan apel.

"Pada MPV kelas 1500 cm3, Xpander masih dalam jumlah yang jauh lebih besar (penjualan)," katanya.

Selain itu, data penjualan Mitsubishi Xpander masih stabil, tampaknya secara tidak langsung memaksa Toyota untuk segera meluncurkan versi Avanza, "All New", bukan hanya perubahan wajah.