Menargetkan segmen SUV, Toyota sedang mempersiapkan pasar untuk C-HR

0
96
Pasar MPV Indonesia tidak dapat memenangkan DFSK

Segmen SUV Premium Target Tengah Toyota C-HR – Salah satu kendaraan segala medan premium Toyota, C-HR, kini diimpor oleh pabrikan sebagai respons terhadap pasar SUV. Di mana mobil April 2018 ditawarkan dalam mesin dengan harga tinggi, hingga Rs 488 juta, hingga Rp 490 juta.

Namun, pada kenyataannya, jika Anda melihat data Gaikindo, mendapatkan nomor penjualan C-HR tampaknya tidak signifikan. Tidak dibenarkan bahwa, seperti yang ditawarkan hingga November 2018, mobil dengan platform TNGA baru terjual 436 unit.

Sehubungan dengan laporan tersebut, dalam hal ini, direktur pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy mengungkapkan bahwa hasil CH-R tidak dapat dianggap sebagai produsen volume.

"Pada dasarnya ada lebih banyak SUV kami, seperti Rush, Fortuner, C-HR dan Land Cruiser." Jika kami ingin terus memainkan model kami untuk Rush dan Fortuner, "kata Anton ketika bertemu beberapa menit yang lalu.

Bukan hanya ini, tetapi juga Anton menjelaskan, C-HR menargetkan konsumen yang lebih selektif, juga disebut ceruk pasar. Mereka juga konsumen yang lebih tersegmentasi, sehingga mereka tidak cocok untuk volume penjualan seperti volume penjualan yang diharapkan.

"Kami berharap bahwa dengan kedatangan C-HR, beberapa konsumen yang bergaya, berbeda, bisa mendapatkannya di C-HR. Penjualan bisa 30 hingga 40 unit per bulan," kata Anton.

Untuk kinerjanya sendiri, model Toyota C-HR menawarkan mesin 1,8 liter, 141 hp dan torsi 17,4 kg. Transmisi ke dua roda depan didukung oleh CVT 7-speed.

Selain itu, pada 2019, Toyota tampaknya telah dikabarkan meluncurkan versi hybrid baru untuk crossover ini. Di mana, menurut beberapa laporan, ada beberapa unit C-HR hybrid tersedia di dealer Toyota. Namun, tidak ada tanggapan dari pihak terkait dengan jadwal awal resmi.