Pada 2019, harga mobil Toyota naik

0
62
Pasar MPV Indonesia tidak dapat memenangkan DFSK

Toyota meluncurkan harga mobil – keluar pada awal 2019, pasar otomotif nasional tampaknya telah direvitalisasi oleh sejumlah produk baru, seperti kebangkitan Avanza-Xenia, yang menunggu kehadirannya. Di sisi lain, pada 2019, tampaknya produsen umumnya menaikkan harga produk kendaraan. Salah satunya dilakukan oleh Toyota.

Dimana dalam hal ini, wakil presiden PT Toyota Astra Motor (TAM), Henry Tanoto, mengungkapkan bahwa masalah pertumbuhan akan dimulai pada Januari 2019. Namun, dia menambahkan bahwa tidak semua produk Toyota tumbuh kemudian.

"Januari memang penyesuaian. Hampir setiap model naik, tetapi ada beberapa yang tidak tumbuh," kata Henry saat ditemui, Selasa (19/08/2019).

Sementara itu, di satu sisi, harus diakui, berdasarkan data yang sudah didapat, bahwa rata-rata kenaikan produk Toyota dari sekitar Rp 1 juta menjadi Rp 4 juta. Jika Anda melihat data yang ada, sebenarnya tingkat pertumbuhan yang berbeda dari produk CBU berbeda dari Rp 3 juta menjadi Rp 25 juta.

Henry tidak hanya menjelaskan bahwa faktor kenaikan harga mungkin berbeda dari biaya produksi, logistik, biofuel, dan lainnya. Termasuk penerimaan pasar terhadap produk.

"Ini akan menjadi dasar untuk menentukan kenaikan harga. Nilai tukar mata uang memainkan peran, tetapi tidak hanya karena harga naik," kata Henry.

Dengan cara ini, tentu saja, menimbulkan pertanyaan, bagaimana jika harga rupee naik, apakah mungkin menurunkan harga? Henry mengungkapkan itu mungkin.

"Yang harus kita lakukan adalah melihat fakta. Komponen harga sangat banyak sehingga mempengaruhi utama, tetapi bukan yang paling penting," kata Henry.

Selain itu, kenaikan harga mobil secara alami dianggap alami. Apalagi saat ini ia memasuki tahun politik, yang secara tidak langsung mempengaruhi atau mempengaruhi perubahan harga mobil di Indonesia.