Urutan Super Cub 125 Antrian pada akhir 2019

0
117
Pasar MPV Indonesia tidak dapat memenangkan DFSK

Pesan data untuk jalur Super Cub 125 pada akhir tahun – Tidak hanya motor sport atau skuter, bahkan sepeda motor bergaya klasik seperti Honda Super Cub 125, masih memiliki pangsa pasar yang besar di Indonesia. Seperti kita ketahui, PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi meluncurkan Honda Super Cub C125 di Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) pada tahun 2018, yang berlangsung di ICE, BSD, Tangerang Selatan.

Meskipun tampak kuno dan klasik, itu membuat Honda Super Cub C125 bahkan lebih menarik bagi konsumen. Tidak lepas dari karakteristik dan gaya modern sepeda motor, sehingga tidak mengherankan jika harga motor klasik ini naik menjadi Rp 55 juta.

Di sisi lain, meski berstatus impor, sepeda motor pabrikan otomotif Jepang masih dalam kondisi seperti sekarang. Bukan hanya pertanyaan, tetapi langsung direktur pemasaran PT Wahana Makmur Sejati, Edi Setiawan, elemen utama Gunung Sahari, Jakarta.

"Jika SPK tidak terlalu hapal karena tumbuh setiap hari. Tetapi jika tidak buruk, Forza 300 unit dari IMOS. Tidak banyak Super Cubs yang memiliki hingga 100," kata Edi pada 16 Januari 2019.

Sementara itu, di satu sisi, pada akhir 2019, mereka merujuk ke Super Cub C125, dan Edi membenarkan ini. Di mana Anda menyebutkannya sendiri, jumlah pesanan yang masuk tidak cocok dengan jumlah kuota impor yang ada saat ini.

"Super Cub adalah retro, jadi orang yang memiliki sejarah harus membeli. Inden Forza selama lebih dari 6 bulan. Ya, jika distribusinya hanya ketika Anda ingin menyelesaikan (poros Super Cub pada akhir tahun)," kata Edi.

Tidak hanya itu, Edi telah mengomentari konsumen yang membeli motor klasik ini. Di mana, Edi juga mengatakan, pelanggan Forza, yang memiliki hingga 20 unit dan Piala Super hanya dalam 9 unit.

"Tampaknya sangat sedikit yang menerima dana. Basis 9-10 unit C125 belum masuk, Forza memiliki kurang dari 20 unit," katanya.